18 February 2009

Uniform Velocity





08 December 2008

Fisika tanpa rumus

Johanes Surya Kembangkan Fisika tanpa Rumus

JAKARTA -- Ahli fisika Indonesia, Prof Dr Johanes Surya, PhD, saat ini sedang mengembangkan pembelajaran fisika tanpa menggunakan rumus. Pengembangan fisika tanpa rumus ini sudah diujicobakan di beberapa sekolah di daerah dan cukup berhasil.''Selama ini masih banyak guru yang belum memahami konsep fisika. Akhirnya, pengajaran hanya sebatas rumus. Akibatnya siswa cenderung tidak menyukai fisika karena telanjur dianggap sulit,'' ujar Johanes yang juga Rektor Universitas Multimedia Nusantara dalam seminar nasional MIPA di Balai Sidang Universitas Terbuka (UT), Pondok Cabe, Tangerang, Sabtu, (30/11).Menurut Johanes, jika diharuskan menghapal rumus untuk belajar fisika justru membuat siswa makin membenci pelajaran tersebut. Oleh karena itu, pengajaran idealnya harus dimulai dari mengerti konsep, membangun logika, setelah itu menuangkannya dalam bentuk rumus.Yohanes memberi contoh sederhana soal fisika yang bisa diselesaikan tanpa rumus. Misalnya salah satu soalnya: Dua sepeda bergerak berhadapan. Sepeda pertama bergerak dengan kecepatan 4 meter/detik, sepeda kedua bergerak dengan kecepatan 6 meter/detik. Bila jarak mereka (mula-mula) adalah 30 meter, kapan kedua sepeda itu bertemu (berpapasan)?Yohanes mengatakan bahwa biasanya soal seperti ini diselesaikan dengan rumus-rumus yang rumit. Ia mengungkapkan, soal tersebut bisa diselesaikan hanya dengan logika sederhana.Jawaban soal itu, kata Yohanes, adalah sepeda pertama bergerak dengan kecepatan 4 meter/detik, artinya dalam satu detik sepeda tersebut menempuh 4 meter. Sepeda kedua bergerak dengan kecepatan 6 meter/detik, artinya dalam satu detik sepeda tersebut menempuh 6 meter. Sehingga dalam satu detik total jarak yang ditempuh kedua sepeda adalah 10 meter. Karena jarak kedua sepeda tadi adalah 30 meter, maka kedua sepeda akan berpapasan pada detik ketiga.Lebih lanjut Yohanes menyatakan, selama ini guru-guru di sekolah untuk menyelesaikan soal tadi menggunakan 'rumus yang panjang-panjang'. Akibatnya, kebanyakan siswa tak mampu mengikutinya. - eye/ah


05 November 2008

Geladak KRI Sultan Iskandar Muda-367 di Port Said


Geladak KRI Sultan Iskandar Muda-367 di Port Said


Port Said pada hari Senin 3 Nopember 2008 agak lain dari biasanya. Usai shalat Magrib tepi terusan suez cukup dingin, apalagi dengan semilirnya angin menusuk ke celah celah baju. Namun dingin itu sirna dengan satu pertanyaan lugas yang ditujukan kepada pak Agus, seorang dokter lulusan Universitas Indonesia yang turut serta dalam kapal Sultan Iskandar Muda yang tergabung dalam TNI Angkatan Laut, ” Pak Agus..., dengan kapal ini bisa ngak Indonesia nakut nakuti Malaysia?”, secara spontan dijawab Pak Agus, ”Bisa....”

Namun beberapa saat kemudian Pak Agus yang semuala menjadi pemandu kita untuk menjelaskan dan melihat isi perut kapal digantikan oleh temannya yang lebih ahli. Saya tidak tahu apakah karena jawaban pak Agus kurang bijak atas pertanyaan propokatif ini atau memang yang ini memang ahlinya, karena kami tidak jadi dijelaskan lebih lanjut karena acara resespsi di atas kapal yang dihadiri Duta Besar A. M. Fachir, Athan beberapa negara dan salah satu petingginya Angkatan Laut Mesir segera diumulai.
Acara ini dihadiri juga oleh rombongan Home Staff, Local Staff, OSIS Sekolah Indonesia Cairo dan perwakilan mahasiswa yang diundang oleh Atase Pertahanan dan Keamaan KBRI Cairo dengan menyewa 2 bus berkapasitas masing masing 50 orang.

Kapal ini dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda dimulai pada tahun 2006 khusus untuk TNI-AL sebagai kapal patroli dengan kemampuan anti-kapal permukaan, anti-kapal selam dan anti-pesawat udara. Kapal ini dilengkapi sebuah radar jarak menengah (105 km) , Peluru kendali anti kapal yang mampu menjangkau target berjarak 180 km, Peluru kendali darat ke udara.
Sekitar pertengahan Agustus 2008 lalu kapal itu rampung dibuat di galangan Angkatan Laut Royal Schelde. Jumat (29/08), digelar penandatanganan Protocol of Delivery yang berarti kapal yang diberi nama KRI Sultan Iskandar Muda-367 ini siap diantar ke Indonesia yang akan dikomando oleh Letkol Laut (P) Ariantyo C menuju Indonesia. Dengan perkirakan untuk sampai ke Indonesia membutuhkan 45 hari pelayaran.
Kapal kelas sigma ini dilengkapi dua buah mesin diesel V28-33D STC diproduksi oleh MAN Diesel (Jerman) berkekuatan 8900 kW ini masing-masing menggerakan sebuah baling-baling yang mampu mendorong kapal berbobot 46 ton ini berukuran panjang x lebar x tinggi = 7330 x 2100 x 3180 mm.
Kapal ini dirancang bertahan tetap berjalan selama 20 hari jika seluruh perbekalan makanan, bahan bakar dan lainnya telah disiapkan secara penuh.
Usai acara resepsi kami diberi kesempatan untuk melihat lihat ke seluruh bagian, namun karena keterbatasan waktu kami tidak bisa melihat ke seleruruh bagian. Mula mula rombongan diajak menuju ruang pengendalian sonar (alat deteksi dan pemantau di sekitar kapal), ruang projektil rudal. Dalam ruang ini terdapat dua deret meja panjang yang masing masing terlihat lima buah layar monitor , keyboad komputer, dan tombol tombol yang banyak sekali. Pemandu memberi contoh, silakan pencet tombol ini jika akan meluncurkan torpedo, sambil memeragakannya. Namun torpedo tidak terlontar juga dari sarangnya, karena memang sistem belum di aktifkan.
Kemudian kita dibimbing menuruni tangga, lalu melewati beberapa pintu yang kedap air. Ternyata kita menuju ke ruang kendali listrik, yang mengatur dan mengopeasikan seluruh jaringan listrik yang ada di dalam kapal ini. Katanya jika seluruh ruangan ini terisi air, jaringan listrik masih bisa menyala dengan aman. Tidak lama kami disini karena ruangan agak kecil, dan kebetulan kru yang bertugas di situ cukup lengkap sehingga agak padat. Selain mereka lagi santai dan sedang asyik menyaksikan film khas Indonesia yang nampak dari laptop.
Setelah rombongan sudah bosan melihat kesana kemari, kami ngobrol banyak dengan Bapak Ganefo yang bertugas di bagian mesin. Setelah lama berbincang bincang kami diajak ke ruangan di bawah ruang kendali listrik. Ruangan inilah yang paling bising, saya melihat banyak sekali mesin berukuran besar yang sedang bekerja. Ada 2 pasang mesin penggerak kapal, generator pembangkit listrik, generator untuk AC, mesin penyulingan air laut menjadi tawar, dan mesin pengolah sampah. Tergambar dalam benak saya, bagaimana caranya kalau ada satu bagian saja yang rusak, bagaimana cara memperbaikinya, karena semua mesin berderet sangat panjang, dan rumit. Katanya kita tinggal lihat dari ruang pengendali, lalu kita cek kerusakannya, jika tidak ketemu akan dicari pada buku manual untuk menunggui mesin di ruang berukuran kira kira 20 x 20 m. Lalu saya terbayang dengan mesin mobil saya, Fiat Ritmo buatan Germany tahun 1983 yang sering ngadat, ternyata tidak ada apa apanya.
Da saat yang lain, saya bertanya kepada salah satu perwira, ”Kita kan punya PT PAL perusahaan pembuat kapal, bisa ngak kita membuat sendiri?”.
Jawab beliau, ”bisa.......”. Memang PAL sendiri telah menyanggupinya untuk membuat kapal serupa, terlebih lagi ada salah satu teknisi PT PAL yang sedang magang di Belanda untuk menyerap semua ilmu terkait dengan pembuatan kapal. Namun, dengan suara datar meneruskan penjelasannya, tapi gini pak..... teknologi memang bisa kita kuasai, namun menejemen kita belum siap (baca korupsi). Misalnya saja kalau rencana anggaran pembuatan kapal Rp. 1000,-, tapi dalam prakteknya bisa dua kali lipat. Bukan karena memang rencana anggarannya tidak valid, tapi karena manusianya tidak siap amanah setelah melihat uang yang banyak. Artinya jika mental mental kita belum siap untuk mengabdikan dengan tulus untuk negara dan berkornban untuk kejayaan bangsa, waluau tidak semuanya. Namun dengan semangat muda, masing masing tekun dan amanah dengan tugasnya masing masing, hal itu tidak mustahil untuk diwujudkan.
Jam menunjukkan pukul 10.00 waktunya rombongan kembali ke Cairo dengan berbagai kenangan bertemu dengan para penjelajah lautan yang akan mengamankan lautan wilayah Nusantara. Seoalah baru tersadar dari mimpi panjang, bahwa apa yang kita lakukan belum seberapa dibandingkan mereka. Berbulan bulan mengarungi ditengah lautan melawan badai, dinginnya udara, sepi dan jauh dari keluarga. Namun itulah pengorbanan, bahkan diceritakan oleh Bapak Ganepo ada seseorang tentara yang baru menikah lalu ditingal selama 6 bulan bertugas. Dengan pengorbanan yang begitu berat, terkadang mereka tidak mampu membuatkan rumah untuk istrinya berteduh karena pendapatan nya yang terbatas. Kuiringi doa semoga selamat sampai di tanah air, dan bisa berkumpul dengan keluarga untuk melepas rindu
Hay Sabiq, 5 Nopember 2008 23.50


01 October 2008

Selingan


Bersih itu indah

Kebersihan bisa menjadi salah satu indikator kemajuan budaya suatu bangsa. Sebagai contoh negara tetangga kita Singapura, negara kecil yang sangat peduli dengan kebersihan termasuk negara maju. Swis adalah salah satu contoh negara Eropa yang bisa dicontoh kebersihannya, bisa dikelompokkan sebagai negara yang berbudaya tinggi.
Berbeda dengan negara kita, sampah masih menjadi masalah nasional yang belum jelas solusinya. Kita yang berada di Mesir, sampah juga masih menjadi permasalahan. Banyak orang menganggap tukang sampah merupakan pekerjaan suram. Tentunya tidak begitu, bisa jadi pekerja tukang sampah yang amanah lebih bermartabat di mata Allah daripada pekerja berdasi ditempat ber-AC namun tidak amanah.
Kembali kepada masalah kebersihan, bukankah ”kebersihan itu bagian dari Iman?” Masih terngiang kata bu guru SD kita ” Kebersihan pangkal Kesehatan”. Kebetulan kita seorang Muslim, kebersihan merupakan hal yang sangat diperhatikan dan cakupannya sangat luas. Bukan saja bersih baju dan anggota badan kita, namun mencakup juga kebersihan lingkungan sampai pada kebersihan hati.
Tulisan di atas merupakan renungan ringan mengisi kekosongan waktu habis isya’ yang biasanya melaksanakan shalat taraweh sekarang tidak ada lagi. Khususnya renungan setelah melaksanakan shalat ied fitri yang telah kita laksanakan pagi hari tadi di Masjid As_Salam. Saat kaki memasuki pintu masjid pagi tadi tampak masjid cukup bersih, sampai saat setelah jabat tangan dengan Duta Besar dan masyarakat Indonesia, belum sampai melangkahkan kaki keluar pintu masjid terbayang bagaimana suasana makan pagi di sekiatar masjid. Pengalaman yang sama selama bertahun tahun dalam acara yang serupa, terkait dengan kebersihan belum mengalami kemajuan. Berbekal Canon Digital IXUS 70, saya mencoba jepret sana sini, tak lupa perhatian saya pada tumpukan sampah bekas kotak makanan yang berserakan, botol minuman juga berserakan di mana mana. Sesaat pandangan mata saja tertuju ke beberapa bok makanan yang masih banyak sisa makanan yang tidak dihabiskan.
Memang panitia telah menyiapkan puluhan orang petugas dan 5 buah truk untuk mengangkut sampah 3.750 box bekas makanan beserta botol minuman sebanyak itu. Selain itu plastik sampah juga telah disiapkan panitia untuk menampung sampah bekas makanan, namun hanya beberapa orang saja yang berusaha untuk mencatitempat menaruh sampah pada tempatnya, dan sebagian besar meletakkan box makanan dimana makanan itu telah dimakan. Kebersihan adalah bagian dari Iman, kurang teraplikasi dari sebagian besar kita.
Di sisi lain ada pemandangan yang membuat saya mengelus dada (dada sendiri-red), yakni banyaknya sisa makanan yang masih tersisa di dalam box. Saya berpikir, apakah karena mengamalkan sunah Rasulullah yang menganjurkan berhenti makan sebelum kenyang, namun kalaupun itu alasannya apakah tidak ada solusinya agar makanan itu dibuang begitu saja, misalnya sisanya dibawa pulang. Selain makanannya tidak terbuang tabzir, disisi lain merupakan solusi berserakannya sampah.
Bukankah setiap rizki yang telah dikaruniakan Allah kepada kita akan dipertanggungjawabkan kelak? Termasuk sebutir nasi yang telah kita sia siakan hari ini. Semoga hal ini bisa dijadikan renungan, khususnya saya sendiri, dan semoga bisa diambil manfaatnya bagi yang lain. Bukan berarti penulis sudah mengamalkan kebersihan sebagaimana diajarkan oleh agama kita, namun jika masing masing dari kita berniat untuk mengamalkan kebersihan, tidak mustahil jika kelak kita atau generasi kita mendatang bisa mengubah negara kita tercinta menjadi negara terbersih di dunia, sehingga menjadi negara maju dan bermartabat. Bisa jadi kelak Indonesia yang berawal mengamalkan kebersihan bisa menjadi negara percontohan, bahkan berubah menjadi negara donor, bukan menjadi negara penerima pinjaman dari negara lain.
Waullahu ’alam

SELAMAT AIDUL FITRI 1429 KULLU SANNAH WA ANTUM BIKHAER
Cairo, 1 Syawal 1429 (1 Oktober 2008)


12 May 2008

Anak Cerdas


Cara mudah MELEJITKAN KECERDASAN ANAK Anda "

Panduan lengkap bagaimana cara mencetak anak CERDAS, KREATIF dan JENIUS yang bisa dilakukan semua orang tua.

Apa saja yang telah Anda lakukan untuk mencetak anak Anda menjadi cerdas, kreatif dan jenius ? Sudahkah Anda melakukan tindakan nyata untuk mengembangkan potensi luar biasa anak Anda.

Baca selengkapnya...............